Gladian Nasional Pecinta Alam#1

Tahun 1983. Gladian kalsel. Tiap tim peserta harus menyerahkan bendera organisasi untuk dipajang bersama ditengah area gladian pecinta alam nasional. Semua bendera terpajang gagah perkakas, kecuali clu pa dari malang, dipajang sendiri di areal anak malang. Hebat memang. Pak emil salim berkeliling keseputar lokasi peserta, sampai di wilayah malang beliau disambut kami semua, dengan pede sorang teman menjelaskan” lihat pak anak malang kompak,bendera dipajang sendiri disini” pak emil salim manggut2 tanpa komen. Mungkin beliau kebingungan ini dimalang atau dikalsel, kok bendera anak malang tidak diserahkan panitia. Ini lain lagi, waktu materi survival disampaikan oleh erna witular, peserta dari malang (lekwit) bertanya” bagaimana andai digunung 1 orang pria mengalami kedinginan, menggigil, sementara makan minum sudah habis,pakaian basah semua, sedangkan teman perempuanya masih sehat wal afiat. Apa yg harus dilakukan perempuan itu?”, wajah erna witular perlahan me merah. Peserta lainya tersenyum dan tertawa. Dilapangan dilakukan operasi sar. Seluruh club bergabung dg kota masing2. Sasaran diberikan sudut derajat kompas. Tanpa kami sadari semuanya mengarah kesatu titik. Ditengah perjalan kami bertemu pohon mangga yg sedang berbuah. Tim yg tadi melebar sekitar 5meter seorang, jadi menyatu semua diatas pohon mangga. Puas menggerogoti buah mangga, kami bergerak lagi dgn posisi memanjang kedepan, diluar instruksi. Mendekati pinggir rawa seluruh tim terkumpul mengelilingi rawa besar. Di tengah rawa terdapat pulau/delta kecil, disitulah korban sar berada, siapa duluan yg menyebrang kedelta dia yg dapat korban duluan. Beberapa tim bergerak mendekat delta,air setinggi dada. Sementara tim malang bukannya maju,tapi malah mencari beberapa batu. Beberapa saat kemudian batu2 tsb dilempar ke tengah delta, korban sar menjerit takut kena lemparan batu,teman2 langsung menekan” ayo nyabrang kesini,cepat kesini atau kami lempar batu lagi!” dgn cepat sikorban berenang mendatangi kami, disuruh tiduran di dragbar lalu kami angkat. Malang pemenangnya! Hidup malang!

Sumber : Ahmadi Madi

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s